Pages

Sponsor

Jumat, 11 November 2011

8 Tips Menghindari Kegemukan



kegemukan 

 Terkadang, masalah kegemukan dikaitkan-kaitkan dengan unsur keturunan. Padahal, kegemukan itu lebih tepatnya diakibatkan oleh kebiasaan makan yang kurang sehat dan kurang berolahraga.

Tidak hanya orang dewasa saja yang harus menjaga berat badan yang sehat, tapi seharusnya sejak anak-anak pun bahkan sejak bayi lahir sudah harus menjada berat badan yang sehat.

Bayi dan anak-anak yang pertumbuhannya lebih dipercayakan kepada pembantu biasanya mengalami pertumbuhan terlalu cepat, salah satu di antaranya adalah terlalu gemuk. Ironisnya, banyak ibu yang justru merasa bahagia melihat anaknya gendut sekali. Padahal, anak-anak yang terlalu gemuk akan memiliki sel lemak yang berlipat ganda sejak bayi. Jumlah sel lemak tersebut bertahankan sampai tua. Bila dewasa nanti dan makan terlalu banyak, sel-sel tersebut mudah mengembang. Badan mudah menjadi gemuk dan kelak dapat berkembang menjadi obesitas.

Untuk menghindari diri dari yang namanya kegemukan, perlu diingat bahwa lemak di piring kita sebagian besar akan disimpan menjadi lemak di dalam tubuh. Dengan demikian, tubuh dapat menjadi cepat gemuk. 

 
 
Berikut beberapa kiat yang dapat dilakukan untuk menghindari kegemukan:

1. Kurangi Makanan Yang Di Goreng

Gorengan memang sedap, apalagi jika dimakan dengan lombok hijau yang pedas. Tapi seperti kita ketahui, lemak yang terkumpul dalam minyak bisa berakibat menjadi lemak yang tak bisa dinetralisir tubuh. Hasilnya tentu saja akan membuat penumpukan lemak di tubuh.

2. Makanlah Dengan Mengunyah (Kunyah) Secara Perlahan

Kunyahlah makanan secara perlahan-lahan dan cobalah menikmati makanan sewaktu berada dalam mulut. Dengan demikian akan menyebabkan lambung cepat kenyang dan membantu mencegah makan terlalu banyak. Nasihat lama yang masih boleh diikuti, kunyahlah makanan setidaknya 32 kali sebelum menelannya.

3. Ambil sedikit

Ambillah makanan pertama sedikit mungkin ke dalam piring Anda. Tambah sedikit demi sedikit bila masih lapar. Cara ini dilakukan agar Anda tidak merasa terpaksa harus menghabiskan makanan yang sudah berada di piring.

4. Tinggalkan Meja Makan Setelah Selesai Makan

Cara ini dilakukan untuk menghindari keinginan ngemil dan mengambil makanan dari sana-sini sehingga tak terasa perut menjadi terlalu kenyang.

5. Hindari Kadar Gula Dan Lemak Tinggi

Hindari makanan berkadar gula dan lemak tinggi seperti cake cokelat, kue-kue (pastries), lemak hewan, mentega, fullcream milk, jeroan, dan lain-lain.

6. Konsumsi Banyak Buah

Mengonsumsi banyak buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan karbohidrat dapat menjaga jumlah kalori yang masuk agar sesuai dengan kebutuhan.

7. Kurangi Minum Minuman Yang Bersoda

Minuman yang satu ini sebenarnya memang terasa segar begitu masuk di tenggorokan. Soda nya membuat rasa 'gatal' di tenggorokan menjadi hilang. Tapi minuman yang satu ini tak lebih baik untuk tubuh kita. Jadi sebaiknya, hindari atau minimal kurangi minuman bersoda.

8. Kurangi Menonton Televisi

Makin banyaknya acara menarik di televisi, termasuk film-film kartun dan sinetron, membuat anak-anak dan orang dewasa semakin lama duduk di depan televisi sambil ngemil. Keadaan demikian mendorong tubuh kurang gerak dan mudah menjadi gemuk.
 
Sumber :



Mengobati Sakit Tenggorokan / Kerongkongan

Kerongkongan anda gatal? Sulit menelan? Jika penyebabnya virus, sakit kerongkongan anda akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Tapi jika sakitnya berkepanjangan, kemungkinan penyebabnya terselubung. Mengenali dan mengobati pemicu dapat menghilangkan sakit. Perhatikan simptom di bawah ini beserta cara mengatasinya:


1. Kerongkongan sakit dan gatal
Lebih dari 85% orang dengan alergi mengalami sakit kerongkongan yang dipicu postnasal-drip (timbunan mucus - cairan hidung - di bagian belakang hidung dan kerongkongan, menimbulkan rasa mucus menetes ke bawah dari belakang hidung). Mucus itu asam dan mengiritasi jaringan kerongkongan.
Penyebab: Postnasal Drip
Pengobatan: Ringankan dengan berkumur campuran setengah sendok teh garam dan 175 ml air hangat selama 1 menit. Lakukan 2 sampai 3 kali per hari. Para periset mengatakan, cara ini dapat mengatasi rasa sakit dalam 24 jam.

2. Kerongkongan sakit, tapi tidak sakit ketika menelan
Otot tenggorokan mudah lelah berakhir dengan suara serak dan sakit hanya karena banyak bicara.
Penyebab: Bicara terlalu banyak
Pengobatan: Langkah pertama istirahatkan suara. Lalu coba lozenges atau teh slippery elm (di luar negeri dijual di toko makanan kesehatan). Slippery elm meninggalkan lapisan inflammatory pada tenggorokan yang berfungsi menenangkan kerongkongan.

3. Kerongkongan kering di pagi hari
Udara dalam ruangan yang kering dengan cepat mengeringkan membran hidung dan membran kerongkongan.
Penyebab: Udara kering
Pengobatan: Minum banyak cairan itu harus, caranya: minum sedikit kurang lebih setiap 15 menit. Cara ini melembabkan jaringan secara lebih baik dibanding minum segelas besar 1 atau 2 kali sehari.

4. Sulit menelan
Studi - studi menunjukkan, lebih dari 37% orang yang secara teratur terekspos polutan umum dalam ruangan, contohnya aerosol, pembersih dengan dasar bleach , asap rokok dan lain - lain, mengembangkan kerongkongan bengkak dan sakit. Pada kenyataannya, irritan dalam ruangan menyebabkan lebih banyak sakit kerongkongan kronik dibanding udara luar yang terpolusi.
Penyebab: Polutan ruangan
Pengobatan: hindari aerosol dan pembersih dengan bahan dasar bleach. Minta perokok untuk merokok di luar juga bisa cepat menyelesaikan masalah. Begitu juga mendekorasi ruangan dengan tanaman. Tumbuhan dapat mengabsorb lebih dari 70% zat kimia yang beredar di sekitar rumah.

5. Kerongkongan sakit dan terasa panas sesudah makan
Rasa panas di kerongkongan adalah simptom kunci untuk 60% dari 50 juta orang yang saling mengalami acid reflux. Tapi banyak diantaranya yang tak pernah menyadari, heartburn adalah penyebab masalah karena satu - satunya simptom mereka hanya sakit kerongkongan.
Penyebab: Acid reflux
Pengobatan: kunyah permen karet favorit hanya 30 menit setelah makan dapat menghentikan reflux yang memicu sakit kerongkongan 60% dengan melapisi jaringan kerongkongan dengan saliva penetral asam.

Source: http://kampungperawan.blogspot.com/2011/11/mengobati-sakit-tenggorokan.html


Foto-Foto Hot Gadis James Bond,Foto Topless Gadis James Bond

GADIS-GADIS BARU JAMES BOND- Pemeran gadis James Bond di film terbaru, Berenice Marlohe topless di sebuah tayangan televisi di Pracis. Foto-fotonya kini tersebar di internet.


Nama Berenice Marlohe kini banyak ditunggu setelah ia berperan sebagai cewek James Bond yang terkenal seksi di sesi film terbaru James Bond.

Namun, sebelum film James Bond dirilis, Berenice sedikit menunjukkan tubuh aduhainya di sebuah serial di televisi Prancis.sumber: inilah.com

Rabu, 09 November 2011

Heboh!!Pergaulan Remaja Yang Diatas Normal

Masa remaja adalah masa yang paling berseri. Di masa remaja itu juga proses pencarian jati diri. Dan, disanalah para remaja banyak yang terjebak dalam pergaulan bebas. pergaulan bebas di kalangan remaja telah mencapai titik kekhawatiran yang cukup parah, terutama seks bebas.

Mereka begitu mudah memasuki tempat-tempat khusus orang dewasa, apalagi malam minggu. Pelakunya bukan hanya kalangan SMA, bahkan sudah merambat di kalangan SMP. Banyak kasus remaja putri yang hamil karena kecelakan padahal mereka tidak mengerti dan tidak tahu apa resiko yang akan dihadapinya,''Berikut ini adalah contoh dari pergaulan bebas


Sebagai orang tua harus lah pintar mendidik dan mengawasi perkembangan anak , yang sering terjadi pada masyakarak kita adalah kurangnya perhatian dan pendidikan terhadap anak , akibatnya anak akan bertindak di luar batas norma norma yang ada.
sumber:cerita-unik.com


[JASAD SUAMI DISIMPAN] BERHARAP ARWAH AKAN KEMBALI


Ilustrasi : Orange

Seorang wanita asal Kolombia menyimpan jasad suaminya yang sudah wafat selama beberapa bulan di rumahnya. Wanita ini berharap bisa menghidupkan suaminya kembali.


Alba Yacue, yang tinggal di Desa La Umbria, bagian selatan Kolombia, menyimpan jasad dari suaminya, Lucio Chacue, yang wafat pada usia 61 tahun di rumahnya. Alba menyembunyikan jasad itu dan menunggunya sampai arwah suaminya kembali.


Kelakuan Alba cukup membuat para warga curiga dan ketika seorang polisi penyelidik tiba di rumah Alba, mereka menemukan jasad Lucio di atas ranjang.


"Jasad itu sudah dalam keadaan membusuk dan mengeluarkan bau yang amat menyengat, namun Alba tetap bertahan dengan harapan, suaminya akan hidup kembali. Alba juga sudah menjanjikan kehidupan bagi suaminya," demikian menurut Suratkabar La Nacion, seperti dikutip Orange.


Saat Lucio wafat, Alba meminta Rumah Pemakaman La Paz untuk mengurus jenazah suaminya dan mengembalikan jenazah Lucio karena Alba ingin Lucio dikubur di halaman belakang rumahnya. 


"Selama 40 tahun saya bekerja sebagai pengurus jenazah, saya tidak pernah melihat kasus ini. Kasus ini membuat kami bingung," ujar pengurus jenazah, Evangelista Ome.
sumber:http://www.smartnewz.info/


Kesalahan-Kesalahan Aneh Dalam Dunia Kedokteran

Klinik Inseminasi yang Salah Menggunakan Sperma

Saat Nancy Andrews, warga Commack, New York, hamil setelah mengikuti program vitro fertilization, pasangan suami istri ini sama sekali tidak menduga bahwa anak yang dilahirkannya memiliki kulit dengan warna gelap yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan ciri fisik mereka.


Dari test DNA yang kemudian dilakukan diperkirakan telah terjadi kesalahan dimana para dokter di New York Medical Services for Reproductive Medicine secara tidak sengaja menggunakan sperma dari laki-laki lain yang bukan milik suaminya dan kemudian diensiminasi ke sel telur Nancy.

Pasangan ini tetap membesarkan sang bayi Jessica yang lahir pada tanggal 19 Oktober 2004 seperti layaknya darah dagingnya sendiri meski secara genetis telah terjadi kesalahan. Meskipun demikian pasangan ini tetap memperkarakan pemilik klinik tersebut atas kejadian yang tergolong malpraktik ini ke pengadilan.


Cangkok Jantung dan Paru-Paru yang Salah

Jésica Santillán, 17 tahun, meninggal 2 minggu setelah menjalani cangkok jantung dan paru-paru yang berasal dari pasien yang golongan darahnya tidak sama dengannya. Tim dokter di Duke University Medical Center gagal dalam memeriksa kecocokan darah sebelum operasi dilakukan.

Setelah sekian detik operasi transplantasi untuk mencoba membalikkan keadaan karena kesalahan fatal itu, Jésica mengalami gagal otak dan komplikasi yang membawanya ke kematian.



Jésica, imigran asal Mexico, tiba di Amerika Serikat tiga tahun sebelum menjalani pengobatan penyakit jantung untuk mempertahankan hidupnya. Dengan transplantasi jantung dan paru-paru di Duke University Hospital, Durham, N.C., alih-alih memperbaiki kondisinya, yang terjadi justru keadaan menjadi bertambah buruk.

Jésica, yang bergolongan darah O, malah menerima organ dari donor yang bergolongan darah A. Kesalahan fatal ini membuatnya dalam kondisi koma, dan meninggal ketika usaha para dokter untuk berusaha menggantikannya dengan organ yang kompatibel gagal.

Rumah sakit mengklaim telah terjadi human-error yang mengakibatkan kematian Jesica, selain prosedur yang cacat untuk memastikan kompatibilitas transplantasi organ. Setelah itu diberitakan telah terjadi kesepakatan tertutup antara rumah sakit dan keluarga soal ini. Tidak seorangpun, baik dari pihak keluarga atau rumah sakit yang mau memberikan komentar atas kasus ini.

Prosedur Invasive Jantung Terbuka, Namun Salah Pasien

Joan Morris (nama samaran), seorang nenek berusia 67 tahun, diminta bantuannya dalam suatu pembelajaran di rumah sakit untuk cerebral angiography (ilmu mengenai darah pada otak). Sehari setelahnya, secara tidak sengaja dia "terpaksa" dijadikan objek studi mengenai invasive cardiac electrophysiology.

Setelah sesi angiography, pasien ini dipindahkan ke ruangan yang lain yang bukan merupakan ruangan asalnya. Kesalahan yang "direncanakan" terjadi keesokan harinya saat paginya pasien ini dibawa untuk suatu prosedur jantung terbuka.


Dia berada di atas meja operasi yang mestinya bukan untuk dia selama satu jam. Para dokter membuat irisan pada pangkal pahanya, menusuk sebuah arterinya, menyambungnya ke sebuah pipa pembuluh lalu ke atas ke jantungnya (suatu prosedur yang mengakibatkan resiko tinggi terjadinya pendarahan, infeksi, serangan jantung, dan stroke).

Kemudian tiba-tiba telepon berdering, dan seorang dokter dari bagian lain bertanya "Apa yang kalian lakukan dengann pasienku?" Tidak ada yang salah dengan jantungnya.

Kardiologis yang melakukan prosedur itu mencek data wanita itu dan baru menyadari kesalahan fatal telah terjadi. Studi itu langsung distop, setelah rekondisi wanita malang itu akhirnya dikembalikan ke kamar asalnya, beruntungya, dalam kondisi yang masih stabil.

Suvenir Sepanjang 13 Inch

Donald Church, 49 tahun, mempunyai tumor di perutnya saat ia tiba di University of Washington Medical Center di Seattle pada bulan Juni 2000. Setelah meninggalkan rumah sakit itu, tumornya hilang - tapi satu alat operasi (retractor) malah menggantikan tempat tumornya.

Ternyata dokter yang menanganinya secara tidak sengaja meninggalkan retractor sepanjang 13 inch di perutnya. Hal ini bukan kejadian yang pertama terjadi di klinik itu.


Empat kasus yang sama pernah terjadi di klinik yang sama antara tahun 1997 dan 2000. Masih untung, ahli bedah masih bisa mengambil lagi retraktor yang ketinggalan itu segera setelah diketahui.

Akibat dari peristiwa ini, Church mengalami konsekuensi gangguan fungsi perutnya. Klinik tersebut akhirnya setuju membayar Church sebesar US $97.000 (1 miliar rupiah) sebagai kompensasinya.

Rumah Sakit Salah Posisi Operasi Otak, Untuk Ketiga Kalinya dalam Setahun

Untuk ketiga kalinya dalam tahun yang sama, dokter-dokter di Rhode Island Hospital melakukan operasi pada sisi kepala yang salah pada pasien-pasiennya. Yang terakhir terjadi pada tanggal 23 November 2007.

Seorang nenek berusia 82 tahun membutuhkan operasi untuk menghentikan pendarahan di antara otak dan tengkorak kepalanya. Seorang ahli bedah syaraf di rumah sakit itu mulai melakukan pembedahan dengan membuat lubang pada bagian sisi kanan kepala pasien, meski sebenarnya hasil CT scan memperlihatkan bahwa pendarahan terjadi pada bagian sisi kiri.


Beruntung dokter bedah ini segera menyadari kesalahannya dan segera menutup kembali lubang operasi yang salah dan melakukannya kembali pada sisi kiri kepala pasien. Kondisi pasien dilaporkan stabil pada hari Minggunya.

Kasus yang sama disebut-sebut juga terjadi pada bulan Februari, dimana seorang dokter yang lain juga melakukan operasi pada sisi kepala yang salah. Dan pada Agustus, lagi-lagi seorang kakek berusia 86 tahun menjadi korbannya, setelah nyawanya tidak terselamatkan akibat operasi pada kepalanya, tapi pada sisi yang salah dari kepalanya.
Tersadar Saat Operasi Membuatnya Trauma dan Melakukan Bunuh Diri


Keluarga dari seseorang di West Virginia mengklaim telah terjadi pembiusan yang tidak cukup saat proses operasi dan mengakibatkan sang pasien bisa merasakan setiap irisan dari pisau bedah dan menjadikannya trauma berat. Trauma ini menurut keluarga itu membuat pasien itu melakukan bunuh diri dua minggu kemudian.

Sherman Sizemore dikirim ke Raleigh General Hospital di Beckley, W.Va., pada tanggal 29 Januari 2006 untuk dilakukan tindakan operasi berkenaan dengan rasa sakit di perutnya.


Tapi, saat operasi dilakukan, pasien ini dilaporkan mengalami fenomena dimana yang dkenal dengan nama anesthetic awareness atau kesadaran selama pembiusan, yang membuat pasien bisa merasakan sakit atau ketidaknyamanan selama operasi berlangsung, sementara dia sendiri tidak bisa bergerak atau melakukan komunikasi dengan dokternya.

Menurut komplain yang diajukan, anesthesiologis menyuntikkan obat bius pada pasien tapi gagal membuat mati rasa pasien hingga 16 menit setelah irisan pertama di perutnya. Anggota keluarga pasien tersebut mengatakan hal itu membuat trauma berat karena sadar saat sedang dioperasi tapi sama sekali tidak bisa bergerak atau mengkomunikasikannya dengan dokter yang akhirnya mendorongnya melakukan bunuh diri.

sumber: http://fenz-capri.blogspot.com/2010/...lam-dunia.html

Selasa, 08 November 2011